Set LEGO® Education SPIKE™ Prime adalah alat pembelajaran STEAM (sains, teknologi, teknik, seni, dan matematika) untuk siswa kelas enam hingga delapan (sekitar 11 hingga 13 tahun).
Dengan menggabungkan elemen bangunan LEGO yang berwarna-warni, hardware yang mudah digunakan, dan bahasa coding tarik lalu lepas yang intuitif berdasarkan Scratch dan Python, SPIKE Prime terus melibatkan siswa melalui aktivitas pembelajaran yang menyenangkan untuk berpikir kritis dan memecahkan masalah yang kompleks, terlepas dari tingkat pembelajaran mereka… sambil bersenang-senang.
Pengalaman pemrograman
Siswa menggunakan blok ikon, blok kata (default), atau kode Python untuk memprogram model mereka. Lingkungan pemrograman ini diadaptasi dari editor Scratch, yang sudah dikenal oleh banyak siswa dari pendidikan STEAM awal di sekolah.
Dalam dua mode visual, siswa menghubungkan blok dengan menarik lalu melepasnya ke kanvas pemrograman. Mereka menghubungkan berbagai blok dengan mengoneksikannya.

Siswa yang lebih mahir dapat memilih untuk menggunakan kode Python asli secara langsung, yang dilengkapi dengan basis pengetahuan terintegrasi untuk mendukung siswa saat mereka membuat kode.

Setelah membuat program di aplikasi LEGO Education SPIKE, siswa mengirim program ke hub LEGO Education Spike Prime melalui koneksi Bluetooth atau USB. Hub menjalankan program dan mengontrol model LEGO.
Hardware yang disertakan
Otak dari kit SPIKE Education adalah hub, yang berfungsi untuk mengontrol berbagai hardware lain seperti sensor dan motor. Kit ini mencakup sensor warna, sensor jarak, dan sensor gaya. Ada juga dua motor: satu besar, satu sedang. Hub dihubungkan ke komputer dengan Bluetooth atau USB.
Aplikasi yang didukung
Selain aplikasi khusus platform, LEGO juga menawarkan aplikasi web SPIKE, yang dapat diakses di spike.legoeducation.com. Aplikasi ini tidak di-cache di browser, sehingga pengguna harus selalu terhubung ke Internet agar aplikasi web dapat berfungsi.
LEGO secara resmi mendukung browser Chrome di Windows 10 dan 11, MacBook, dan Chromebook. Peningkatan kualitas caching dan menjadikan aplikasi dapat diinstal adalah fitur yang direncanakan untuk masa mendatang.
Menghubungkan ke Hub SPIKE
Hub SPIKE Prime dan hub SPIKE Essential dapat dihubungkan ke komputer menggunakan Bluetooth atau USB. Secara default, aplikasi web menggunakan Bluetooth dengan Web Bluetooth API.
Atau, aplikasi web menggunakan Web Serial API saat terhubung dengan USB. Dalam kedua kasus tersebut, selain kabel USB, alur koneksi hampir identik.

Setelah terhubung, siswa mengupload program mereka ke salah satu dari 20 slot penyimpanan hub besar.

Untuk berkomunikasi dengan hub, Web Bluetooth dan Web Serial API memerlukan
BluetoothDevice
atau SerialPort
masing-masing. Nilai ini diperoleh dalam cuplikan kode yang diambil dari aplikasi aktif.
Koneksi Web Bluetooth API
(X.next = 4),
navigator.bluetooth.requestDevice({
filters: [
{
namePrefix: 'GDX',
},
],
optionalServices: ['d91714ef-28b9-4f91-ba16-f0d9a604f112'],
});
Koneksi Web Serial API
const v = yield navigator.serial.requestPort({
filters: [{
usbVendorId: Zt.SerialVendorId.LEGO // 1684
}]
});
yield v.open({
baudRate: 115200
});
Alasan untuk memprioritaskan web dan menggunakan API hardware web
Saat ini, LEGO mempertahankan versi independen aplikasinya untuk Android, macOS/iPadOS, dan Windows; serta versi lama aplikasi khusus platform di atas, selain aplikasi web. Dengan mendorong aplikasi web di platform yang mendukung API hardware web pokok di Chrome, yaitu macOS, Windows, dan ChromeOS, developer LEGO dapat mengurangi beban pemeliharaan aplikasi mereka secara signifikan.
Alasan lainnya adalah ukuran download. Aplikasi web didownload dengan total ukuran kurang dari 20 MB, sedangkan aplikasi macOS dan iPadOS berukuran 115 MB, aplikasi Android berukuran 178 MB, dan aplikasi Windows berukuran 292 MB. Namun, penginstalan awal tidak menyertakan materi pelajaran yang diperlukan di kelas. Setelah mendownload materi ini, ukurannya bertambah hampir 1 GB. Di aplikasi web, konten pelajaran di-streaming, sehingga pengguna selalu memiliki versi terbaru dan hanya mendownload pelajaran yang sedang mereka lihat.
Selain alasan teknis ini, kesederhanaan penggunaan di kelas adalah argumen kuat lainnya untuk memprioritaskan web. Siswa tidak perlu menginstal aplikasi dan terus mengupdate-nya. Sebagai gantinya, mereka hanya mengikuti link dan selalu menggunakan versi terbaru. Dari pihak LEGO, update konten selalu dapat dilakukan, terlepas dari proses peninjauan app store.
Bereksperimen dengan LEGO di web
LEGO selalu berfokus pada perakitan balok secara kreatif, dan dengan LEGO Education SPIKE yang dapat diakses dari browser web, kit ini tidak terkecuali dari aturan tersebut.
Komunitas developer telah mulai membuat kode yang berinteraksi dengan SPIKE. Misalnya, PyREPL-JS dimulai oleh Gabriel Sessions di Tufts University. PyREPL-JS menyediakan REPL MicroPython (read–eval–print loop) untuk halaman web agar dapat berkomunikasi dengan hub SPIKE. Ethan Danahy, juga dari Tufts, kemudian menggunakan REPL ini untuk sejumlah Antarmuka Web untuk SPIKE Prime, salah satunya adalah breakdancer yang disinkronkan dengan file audio.
Universitas ini mengadakan workshop tentang cara melakukan Machine Learning dengan SPIKE dan mengadakan Robotics Playground dengan petunjuk dan contoh kode. Tempat yang baik untuk memulai adalah Hello SPIKE.

Dengan mengizinkan siswa berkomunikasi dengan model LEGO fisik dari dalam browser, Web Serial API dan Web Bluetooth API membuka berbagai kemungkinan untuk aplikasi pendidikan, kreatif, dan hiburan. Siswa akan selalu memiliki aplikasi versi terbaru tanpa perlu mengupdatenya.
Dalam jangka panjang, developer LEGO akan memiliki lebih sedikit aplikasi untuk dikelola, yang berarti biaya lebih rendah dan upaya pengembangan yang lebih sedikit, sehingga menyisakan lebih banyak waktu untuk melakukan hal yang paling dikenal dari LEGO: memicu kreativitas.